Super Nintendo World dibuka di Universal Studios Jepang tahun depan

Super Nintendo World dibuka di Universal Studios Jepang tahun depan
Jakarta (ANTARA) – Area bertema Nintendo akan dibuka di Universal Jepang, Osaka, pada musim semi 2021, menampilkan karakter ternama seperti Mario dalam permainan Mario Bros.

“Super Nintendo World”, atraksi hiburan pertama dunia yang dibuat berdasarkan game tersebut, awalnya akan dibuka bersamaan dengan Olimpiade Tokyo dan pertandingan Paralimpiade musim panas ini, tetapi ditunda demi mencegah penyebaran virus corona, kata NBC Universal dari Comcast Corp, seperti dikutip dari Kyodo, Rabu.

Para pengunjung akan bisa menelusuri bangunan yang muncul dalam game Nintendo, seperti Kastil Bowser, musuh Mario, juga merasakan permainan yang terinspirasi dari game “Mario Kart”.

Area tersebut dibuat dengan memakan biaya 60 miliar yen.

Baca juga: Taman “Making of Harry Potter” akan dibuka di Tokyo pada 2023

Baca juga: Universal Studios Japan tunda pembukaan wahana “Super Nintendo World”

Kafe dan toko bertema Mario akan dibuka di Universal Studios Jepang pada 16 Oktober sebelum pembukaan besar-besaran area Nintendo. Pengunjung bisa mencicipi makanan yang dibuat berdasarkan game Nintendo, dan toko-tokonya akan menjual pernak-pernik original Nintendo.

“Super Nintendo World” akan diisi oleh banyak karakter ikonis dari video game Nintendo, termasuk karakter dari “Super Mario”, “Pokemon”, “The Legend of Zelda”, dan “Animal Crossing”, setelah sebelumnya hadir dengan wahana tema yang ekslusif.

Universal Studios Japan dikenal memiliki sejumlah wahana eksklusif dan berbeda dari negara-negara lainnya, termasuk “The Wizarding World of Harry Potter”, hingga “Attack on Titan” (Shingeki no Kyojin).

Baca juga: Corona, penutupan Disneyland, DisneySea Tokyo dan USJ diperpanjang

Baca juga: Universal Studio Jepang tambah taman Super Mario

Baca juga: Game “Hyrule Warriors: Age of Calamity” hadir di Nintendo Switch 2020

Baca:  Tips main game di rumah dari Rifat Sungkar

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020